Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat


Suryanews911.com, Medan -- Ramadhan Pohan dijemput paksa dari Jakarta dan langsung digiring untuk diperiksa di Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Selasa malam, 19 Juli 2016. Hal tersebut dibenarkan oleh Kadiv Humas Polda Sumut Kombes Pol. Rina Sari Ginting.

"Ya betul, RP dijemput Direskrimum Polda Sumut di Jakarta. Saat ini yang bersangkutan berada di ruang penyidik," kata Rina Sari seperti dilansir viva.co.id, Rabu pagi 20 Juli 2016.

Dia menjelaskan kasus ini berawal dari adanya laporan atas dugaan penipuan yang dilakukan Ramadhan. Ada dua laporan terkait hal tersebut. Laporan pertama yaitu dengan nilai Rp4,5 miliar yang terkait dengan penjemputan paksa Ramadhan semalam dan laporan kedua dengan nilai Rp10,8 miliar. Pihak yang melaporkan Ramadhan adalah masing-masing anak dan ayah.


Awalnya politikus Partai Demokrat ini meminjam uang tersebut saat dirinya akan turut dalam pemilihan Wali Kota Medan. Dia meminjam uang Rp4,5 miliar dengan tenggat seminggu dan janji imbalan Rp600 juta. Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu juga memberikan jaminan selembar cek.

"Namun setelah satu minggu korban mencairkan cek ternyata dananya tidak mencukupi," ujar Rina lagi.

Sebelumnya Penyidik telah dua kali melayangkan surat panggilan kepada Ramadhan namun tidak dipenuhi dengan alasan sakit hingga akhirnya dia dijemput di kediamannya di Jakarta.
(d3)



Top