Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.CILACAP - Persiapan pelaksanaan hukuman mati sepertinya sudah semakin matang. Salah satu indikasinya dibuktikan dengan dilakukannya pengumpulan sejumlah anggota keluarga dan pengacara dari para terpidana mati yang akan dieksekusi di kantor Kejaksaan Negeri Cilacap, Selasa (26/7).

Selain itu, perwakilan dari Kedutaan Besar juga terlihat masuk ke kantor kejaksaan. Selain itu, beberapa jaksa dari berbagai kantor kejari daerah yang diperkirakan menjadi jaksa eksekutor, juga ikut hadir di Kejari Cilacap. Mereka antara lain seperti jaksa dari Kejari Medan, Olo Paneholan yang kehadirannya ke Cilacap terkait dengan pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati asal Nigeria, Okonkow Nonsokiingleys.

''Ya, saya sedang memeriksa kelengkapan berkas,'' kata Olo saat ditanya wartawan seusai pertemuan di kejaksaan.

Okonkow Nonsokiingleys merupakan terpidana narkoba yang sebelumnya didakwa telah mengimpor heroin seberat 1,1 kilogram melalui bandara Polonia Medan. Ia ditangkap pada 19 Mei 2004 lalu dan telah divonis hukuman mati.

Selama beberapa jam, sejumlah anggota keluarga, pengacara dari kedutaan tersebut berada di kantor kejaksaan. Sempat juga disiapkan bus dinas berukuran mini dari Pemkab Cilacap yang akan digunakan untuk mengangkut keluarga terpidana ke Nusakambangan. Namun bus kemudian meninggalkan halaman kantor kejaksaan tanpa keluarga terpidana.

Kepala Divisi Lapas Kanwil Kemenkumham Jateng, Molyanto, yang dihubungi via telepon genggamnya masih tidak bersedia menjelaskan bila ditanya soal kapan dan berapa terpidana mati yang akan dieksekusi.

Meski demikian dia mengaku kalau soal sel isolasi yang biasa akan digunakan oleh terpidana mati bila eksekusi akan dilaksanakan memang sudah siap. Tapi dia juga menolak menjelaskan saat ditanya apakah para terpidana mati tersebut sudah dipindah ke sel isolasi atau belum. ''Sel isolasi sudah ada sejak dulu,'' katanya.
(bt/rol)


Top