Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. Padang Panjang - Puluhan Wartawan di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat melaporkan pengancam wartawan di daerah itu melalui pesan singkat (SMS) kepada Polres setempat.

"Kami merasa tidak nyaman dengan SMS yang dikirim oleh orang tak dikenal kepada sejumlah wartawan yang ada di Padang Panjang," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang Syamsudarman di Padang Panjang, Senin.

Laporan itu katanya, sebagai wujud tindak lanjut kebebasan pers sebagai mana yang tertuang dalam Undang-Undang Pers no 40 tahun 1999.

"Ancaman kepada wartawan sangan bertentangan dengan UU pers itu, maka kami melaporkan ancaman melalui SMS itu kepada pihak kepolisian," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh wartawan Harian Metro Andalas Paul Hendri. Ia meminta pihak Polres bisa mengusut tuntas peneror wartawan itu.

"Nada yang disampaikan oleh OTK itu cukup keras dan serius sampai akan mengancam membunuh, maka kami merasa tidak nyaman dalam bekerja, untuk itu kami minta perlindungan kepada pihak kepolisian," sebutnya.

Ancaman yang disampaikan oleh OTK itu diduga tidak senang terhadap wartawan yang memberitakan kasus dugaan korupsi yang ada di pemerintah setempat.

Laporan dari wartawan Padang Panjang itu langsung diterima oleh Kapolres setempat AKBP Heru Yulianto bersama sejumlah Kepala Satuan yang ada di lembaga penegak hukum itu.

"Kami akan tindak lanjuti laporan rekan-rekan wartawan yang diancam oleh OTK tersebut," katanya.

Ia menyebutkan, dalam memproses kasus ancaman itu, pihaknya akan mengolah data yang diterima dan dikirim ke Mabes Polri.

"SMS dengan nada ancaman itu akan diolah dilaboratorium Mabes Polri, karena di sini (Padang Panjang) kami tidak memiliki laboratorium itu," ujarnya.
(na/antara)


Top