Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911. JAKARTA -- Aksi pembakaran sejumlah rumah ibadah  di Tanjungbalai, Sumatra Utara, yang dilakukan oleh sekelompok massa tersebut, harus menjadi catatan serius pimpinan daerah. Hal ini dikatakan Wakil Komisi III, Nasir Djamil, kepada Republika, Ahad (31/7).

"Konflik yang terjadi seperti api dalam sekam, begitu terbakar langsung panik seperi pemadam kebaka
ran," kata Nasir.
 
Insiden yang terjadi tak lebih karena lemahnya deteksi dini, fungsi intelijen, dan kurangnya antisipasi pemimpin daerah dalam melihat gesekan antaretnis di lingkungan masyarakat. Konflik seperti ini jangan dibiarkan, bahkan sangat terbuka untuk terjadi di wilayah-wilayah lainnya.

"Kemendagri harus evaluasi pemimpin daerah, begitu juga Kapolri mengevaluasi jajarannya di daerah," tegas Nasir.

Menurut Nasir, Insiden ini bisa saja terhindarkan, kalau para pemimpin daerah memahami Undang-Undang tentang Penanganan Konflik Sosial. Pemimpin daerah, diminta untuk lebih hadir menjadi pemecah masalah di masyarakat, bukan hanya sekadar pelaksana proyek-proyek daerah.

"Jangan dianggap remeh. Ini akan memuncak. Mesti jadi pelajaran juga untuk pemimpin Jakarta, untuk lebih santun dalam bertutur dan bersikap," tegas Nasir. (nn/rol)






Top