Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA - Pemerintah akan terus mengimpor daging sapi meskipun lebaran telah usai.  Impor daging sapi perlu dilakukan untuk menurunkan harga. Hal ini dikatakan Menteri Perdagangan Thomas Lembong, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/7).

"Khusus daging sapi kita akan meneruskan importasi dan akan terus guyur ke pasar," kata Mendag.
 
Pengendalian harga untuk daging sapi perlu dilakukan bukan hanya saat bulan puasa dan lebaran. Tetapi juga untuk saat-saat seterusnya demi menjaga inflasi.  Apalagi pemerintah menargetkan tingkat inflasi 2016 di bawah 2016. Sehingga dibutuhkan tambahan pasokan untuk menurunkan harga.

Ia menjelaskan bahwa selain daging sapi beku, pemerintah juga akan mengimpor jeroan. Menurut Thomas, impor jeroan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan semua golongan.

Thomas mengatakan, selain menambah pasokan, pemerintah akan berupaya memperbaiki rantai pasokan untuk menurunkan harga daging. Rantai pasokan di pergudangan, angkutan, pemrorsesan, pengemasan harus bisa diefesienkan.

Thomas menilai keputusan pemerintah mengimpor daging sapi beku menjelang bulan puasa lalu cukup bermanfaat bagi masyarakat. Meskipun, harga daging secara nasional tidak bisa sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

Tapi setidaknya, banyak masyarakat yang bisa mendapatkan harga daging sapi di bawah Rp 80 ribu per kg yang dijual melalui operasi pasar. "Sehingga, masyarakat bawah ada pasokan yang terjangkau harganya," kata Thomas.(nn/rol)


Top