Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. BANDUNG - PT Bio Farma memperhatikan proses pembuatan hingga distribusi vaksin hingga ke tangan konsumen. Menurut Kepala Divisi Penjualan Dalam Negeri, Drajat Alamsyah, sistem pengiriman atau distribusi vaksin melalui sistem rantai dingin. Yakni, dari mulai penyimpanan menggunakan ruang pendingin sampai pendistribusian. 
Dia mengatakan produk vaksin ini memang berbeda dengan produk farmasi lainnya. Masalah suhu, selama pendistribusian harus benar-benar terjaga agar kualitasnya tetap baik. Ruang pendingin yang disiapkan, kata dia, berbeda-beda setiap jenis vaksinnya. Suhu ruang pendingin penyimpanan vaksin, di jaga rata-rata 2-8 derajat Celcius. Khusus vaksin Polio, suhu ruang pendingin dijaga minus 20 derajat Celcius.
"Suhu cool roomnya, memang berbeda-beda. Polio, memang paling rentan," ujar Alam kepada wartawan belum lama ini.
Drajat mengatakan, vaksin memang kualitasnya bisa jelek karena penyimpanan. Oleh karena itu, pihaknya sangat memperhatikan tempat penyimpanan vaksin saat didistribusikan. Semua vaksin, di bawa menggunakan box khusus yang kedap suhu dan bisa mempertahankan suhu. Box tersebut, cukup tebal beratnya mencapai 9 kg.

"Setelah dimasukan dalam box khusus, vaksin juga harus diangkut menggunakan mobil refrigator jadi dinginnya tetap terjaga," katanya.
Alam mengaku, hingga saat ini belum ada yang komplain dan mengembalikan produk vaksin Bio Farma akibat rusak. Karena, semua vaksin dikemas secara khusus agar suhu dinginnya terus terjaga.
Dikatakan Alam, pengiriman ekspor vaksin yang paling menantang adalah  Amerika Latin. Karena, durasi perjalanannya lebih dari dua hari. Sementara,  maksimal guidance Bio Farma, 48 jam. Jadi, selama perjalanan dilakukan spesial handling.
"Kami menggunakan sarana pendingin bandara jadi aman. Untuk ke Amerika Latin, harus transit di Miami," katanya.
(na/rol)


Top