Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA - Dukungan keterlibatan TNI dalam penanganan teroris dipastikan semakin menguat. Karena ancaman teroris tidak hanya persoalan kemanan dan ketertiban, melainkan kedaulatan.  Hal ini dikatakan Ketua Pansus revisi UU Terorisme, M Syafii, di komplek parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016).

"(Pelibatan TNI) seemakin menguat, karena memang gerakan terorisme tidak sebatas ancaman ketertiban dan keamanan. Tapi mengancam kedaulatan, bukan tupoksi polisi. Misal di Kedubes," ujar Syafii.

Adapun kewenangan Densus 88, kata Syafii, hanya pada tindak pidana terorisme. Sementara skala ancaman yang dihadapi dengan TNI akan jauh berbeda. Meski demikian, Syafii menyebut teroris bisa bergerak di antara dua ranah, ketertiban dan kedaulatan.

Sementara Anggota Komisi III DPR itu beralasan bahwa pelibatan unsur militer dalam penanganan terorisme lantaran kepolisian terbukti tidak mampu. Namun, ia menolak jika nantinya pelibatan TNI bakal tumpang tindih dengan kewenangan korps Bhayangkara.

"Karena polisi tidak mampu, polisi loyo, yang menentukan nanti skalanya, kalau kedaulatan kan berbeda dengan kantib," tandasnya. (nn/okezon)


Top