Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Jakarta -  Kementerian Kesehatan di minta memberikan jaminan keaslian vaksin yang akan diberikan kepada calon jemaah haji dan umrah Indonesia. Permintaan itu dilontarkan mengingat adanya kasus vaksin palsu yang mencuat beberapa waktu lalu.Hal ini di sampaikan oleh Pengurus Besar Ormas Islam Al Washliyah Affan Rangkuti.

“Umat bisa was-was jika tidak ada keterangan dan jaminan yang jelas apalagi mau musim haji,” kata Affan saat dihubungi Tempo, Ahad, 10 Juli 2016.

Majelis Ulama Indonesia sudah menggulirkan fatwa penggunaan vaksin bagi jemaah haji dan umrah. Fatwa Nomor 5 Tahun 2009 perihal penggunaan vaksin meningitis bagi jemaah haji dan umrah menjelaskan bahwa vaksin diberikan untuk mencegah penyakit meningitis yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus atau bakteri.

Dalam fatwa disebutkan bahwa penyakit meningitis bisa menyebar dalam darah dan mengakibatkan radang selaput otak hingga kematian. Fatwa itu  didasarkan pada peraturan di Arab Saudi yang mewajibkan calon jemaah haji maupun umrah untuk melakukan vaksinasi meningitis.

Menurut Affan, Kementerian Kesehatan harus membuat pernyataan dan jaminan bahwa vaksin yang disuntikkan pada jemaah haji dan umrah, dipastikan adalah vaksin asli. Pemerintah didorong untuk melibatkan organisasi masyarakat Islam ikut menyisir kios obat, apotek, dan produksi vaksin guna menciptakan situasi kondusif bagi para calon jemaah haji dan umrah.

Kasus vaksin palsu mencuat ketika Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI menangkap sepuluh tersangka pelaku peredaran vaksin palsu sekaligus pelaku pembuatnya. Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan para pelaku sudah membuat berbagai jenis vaksin palsu sejak 2003. Mereka meraciknya dengan bahan cairan infus dicampur vaksin tetanus. Vaksin itu dikemas mirip dengan yang asli dan didistribusikan.(ys/tmpo)


Top