Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Jakarta - Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Muhammad Thambrin mengatakan pada Jumat, 15 Juli 2016, matahari akan berada di atas Ka’bah, sehingga dapat menjadi kesempatan muslim di Indonesia untuk memperbaiki arah kiblat salatnya.

Berdasarkan perhitungan astronomi, pada Jumat, 15 Juli 2016, matahari melintas tepat di atas Ka’bah pukul 16.27 WIB, sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu lalu. "Sehingga bayang-bayang suatu benda yang berdiri tegak lurus di mana saja pada jam itu akan mengarah ke Ka’bah," ucap Thambrin.

Menurut dia, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat, di antaranya menggunakan kompas, alat ukur theodolit, dan fenomena posisi matahari melintas tepat di atas Ka’bah yang dikenal dengan istilah Istiwa Azam atau Rashdul Kiblat.

Sehubungan dengan itu, Thambrin menuturkan muslim dan pengurus takmir masjid/musala yang akan memverifikasi kesesuaian arah kiblat dapat melakukan langkah-langkah pengoreksian kiblat. Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengoreksi arah kiblatnya. Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau menggunakan bandul.

Selanjutnya permukaan dasar harus betul-betul datar serta rata dan jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom. "Jika tiga tahapan itu sudah dilakukan, bayangan benda yang digunakan untuk memverifikasi itu akan mengarah ke Ka’bah," tuturnya.

Fenomena alam itu, kata dia, juga sempat terjadi pada Jumat, 27 Mei 2015. Saat itu matahari melintas tepat di atas Ka’bah pada pukul 16.18 WIB.
(bt/tempo)


Top