Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. Padang  - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengimbau warga provinsi itu yang memiliki uang di luar negeri namun tidak dilaporkan agar memanfaatkan pengampunan pajak yang diselenggarakan pemerintah.

"Bagi warga Minang yang punya KTP Sumbar kalau ada uang di luar negeri mari simpan di daerah karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan," kata dia di Padang, Rabu.

Ia menyampaikan hal itu pada Halalbihalal Otoritas Jasa Keuangan Sumbar dengan pelaku industri jasa keuangan serta pemaparan ekonomi Sumatera Barat.

Menurut dia Sumbar membutuhkan banyak dana untuk investasi dan permodalan pada berbagai sektor mulai dari perbankan hingga energi terbarukan.

Irwan menyebutkan berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia perwakilan Sumbar jumlah transaksi saham warga Sumbar di pasar modal pada 2015 mencapai Rp12,8 triliun.

"Bahkan transaksi warga Sumbar di pasar modal masuk urutan ketujuh terbesar secara nasional," katanya.

Artinya uang warga Sumbar cukup banyak juga ternyata bahkan untuk transaksi saham berada di atas Riau, lanjut dia.

Sementara Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar Indra Yuheri mengatakan dengan adanya pengampunan pajak akan ada uang tebusan masuk ke Indonesia Rp165 triliun.

Selain itu akan ada dana repatriasi Rp1.000 triliun dan aliran dana masuk ke dalam negeri sebesar Rp2.500 triliun yang dimiliki oleh 6.500 warga negara Indonesia, kata dia.

Ia melihat saat pemerintah kekurangan likuiditas dengan adanya pengampunan pajak ini terjadi eforia karena masuknya dana dari luar.

"Artinya sebentar lagi akan masuk dana begitu besar sehingga industri keuangan harus bisa menyikapinya," kata dia.

Ia menjelaskan pengampunan pajak merupakan upaya mengungkapkan harta yang disembunyikan baik di dalam dan luar negeri.

"Pada 2017 warga negara Indonesia yang kedapatan memiliki harta yang disembunyikan maka akan dikenakan pinalti 200 persen dari total aset," ujarnya.
(na/rol)


Top