Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat



SuryaNews911.JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy memiliki sejumlah tugas baru dalam masalah pendidikan yang ada di Indonesia. Ada beberapa tantangan menanti mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut untuk diselesaikan. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Komite III DPD, Fahira Idris.

Salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan yakni luasnya cangkupan wilayah Indonesia. Hal ini membuat kualitas pendidikan belum sempurna.

"Kompleksitas masalah inilah yang mengakibatkan pemeringkatan tingkat pendidikan Indonesia di tingkat dunia masih terus berkutat di papan bawah. Satu per satu persoalan ini mesti diurai oleh Mendikbud yang baru,” ungkapnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (29/7/2016).

Fahira menjelaskan, pada sistem pendidikan sendiri, tantangannya adalah memformulasikan sistem yang sanggup menghadirkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan namun berkualitas. "Jika ingin mengubah wajah pendidikan, bukan melulu soal mengganti kurikulum, tetapi bagaimana melatih kompetensi guru agar mampu membuat proses belajar mengajar menjadi asyik dan menyenangkan," paparnya.

Sementara itu pada infrastruktur pendidikan, terutama di daerah terpencil juga cukup berat. Sehingga butuh percepatan pembangunan sejumlah sarana dan prasarana. Hal ini sesuai dengan slogan Presiden, yakni ‘membangun Indonesia dari pinggiran bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik saja’.

Agar Mendikbud, Muhadjir Effendy bisa memformulasikan meteri pendidikan anti-kekerasan, terutama kekerasan seksual secara komprehensif pada berbagai mata pelajaran. Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), juga diharapkan bisa ditingkatkan lagi dari segi kapasitas guru sampai fasilitas Paud. (nn/okezon)


Top