Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911.Padang - Sejumlah warga Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang yang bangunannya terkena proyek pelebaran jalur dua Bypass menolak eksekusi dan pembomgkaran yang dilakukan pemerintah setempat, Selasa.

"Hingga saat ini saya belum mendapatkan penggantian atas bangunan yang dibongkar, padahal saya sudah tinggal di sini lebih dari 25 tahun," kata Piak Ande di sela-sela pembongkaran bangunan miliknya.

Ia mengatakan dahulunya dijanjikan mendapatkan tempat tinggal baru oleh pihak kecamatan dan kelurahan sebagai penggantian tanah, namun hingga saat ini belum ada kejelasan.

Sementara warga lain, Endang mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Padang ketika melakukan pengukuran tanah. "Mereka melakukan pengukuran di tanah kita sebanyak dua kali, dan hasilnya pun berbeda dari enam meter menjadi 12 meter, ini kan jelas ada yang tidak benar," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan semua persoalan yang menghalangi penertiban sudah melalui ranah hukum dan telah diselesaikan.

"Malah ada warga Kelurahan Korong Gadang yang telah melakukan pembongkaran sendiri terhadap bangunan mereka sebanyak 12 rumah," kata dia. Pembongkaran ini dilakukan setelah ada keputusan dari negara dan pemkot sudah melakukan pembebasan lahan.

"Kita telah tunaikan semua hak yang mereka miliki, dan kita saat ini melakukan tugas kita," kata Mahyeldi. Kakanwil BPN Sumbar, Imral Fauzi mengatakan tanah selebar 40 meter jalur Baypass sudah merupakan tanah negara, dan jika negara membutuhkan harus dikembalikan.

"Kita ingin menghormati hak warga dan tolong hormati hak negara, karena kegiatan ini semua sudah memiliki landasan hukum yang jelas," kata dia. (bt/ antara)


Top