Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. KALTENG - Seorang wisatawan pantai Ujung Pandaran Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ditemukan meninggal terdampar di pantai tersebut. Korban diduga tewas tenggelam.

"Jenazahnya ditemukan warga kami di pantai sekitar pukul 10:30 pagi tadi. Kalau dilihat tubuhnya, remaja itu berusia belasan hingga 20 tahun," kata Camat Teluk Sampit, Syamsurizal, Sabtu (9/7).

Saat ditemukan warga, kondisi jenazah mulai membusuk. Laki-laki yang hanya mengenakan celana pendek itu diduga tenggelam sehari sebelumnya saat berenang di pantai.

Jenazah dibawa ke Puskesmas untuk dibersihkan. Petugas sempat kesulitan mengidentifikasi karena tidak ada tanda pengenal yang melekat di pakaian jenazah tersebut.

"Tapi ini saya baru dapat laporan lagi, remaja itu diduga merupakan warga Jalan Kihajar Dewantara Kecamatan Baamang. Tapi masih menunggu keluarganya datang. Kemarin pihak keluarga memang melaporkan anggota keluarga mereka tidak ditemukan saat di Ujung Pandaran," kata Syamsurizal.

Syamsurizal mengimbau masyarakat yang berwisata ke Ujung Pandaran untuk berhati-hati. Terlebih bagi anak-anak, disarankan di bawah pengawasan ketat orangtua karena rawan terjadi kecelakaan air.

Rombongan keluarga atau warga yang mandi di pantai, diminta saling mengawasi dan memastikan anggota rombongan lengkap.
Jika membutuhkan bantuan, masyarakat diminta mendatangi aparat keamanan atau petugas yang sudah ditunjuk pemerintah daerah untuk membantu pengunjung.

Kepala Bagian Operasional Polres Kotawaringin Timur, Muhammad Ali Akbar membenarkan ditemukannya jenazah seorang remaja laki-laki. Bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, diminta segera menghubungi Polsek Jayakarya untuk memeriksa jenazah tersebut.

Pantai Ujung Pandaran memang selalu menjadi objek wisata favorit masyarakat Kotawaringin Timur. Tiap musim libur lebaran, puluhan ribu wisatawan datang ke pantai yang berjarak sekitar 85 kilometer dari Sampit tersebut.

Pengunjung tidak hanya warga lokal, tetapi juga dari daerah lain seperti Kabupaten Seruyan, Katingan bahkan Kota Palangka Raya. Selain pemandangan pantai dan kampung nelayan, di lokasi itu juga terdapat objek wisata religius yaitu makam seorang ulama.
(na/rol)


Top