Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Info Sehat

SuryaNews911. JAKARTA - Sidang lanjutan kasus kopi maut sianida yang menewaskan Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier Grand Indonesia, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (13/7). Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memperilhatkan rekaman CCTV yang menggambarkan detik-detik tewasnya Mirna di kafe itu kepada majelis hakim.
Dari rekaman CCTV tersebut tampak bahwa Jessica mulai masuk ke Kafe Olivier pada pukul 15.30 WIB. Sementara, menurut pengakuan saksi kunci, Boon Juwita alias Hani, ia baru mengetahui kehadiran Jessica di kafe itu sekitar 50 menit sesudahnya.

Hani mengungkapkan, pada 16.20 WIB, melalui aplikasi percakapan Whatsapp (WA), ia menerima pesan dari Jessica yang memberitahukan bahwa Jessica sudah tiba di TKP. "Ketika itu, Jessica mengirim pesan WA ke saya bilang 'I'm here' (saya sudah di sini/Kafe Olivier). Pada waktu itu, saya baru akan berangkat ke Olivier dari rumah saya yang berada di kawasan Roxy (Jakarta Pusat)," ujar Hani saat memberikan kesaksiannya di PN Jakarta Pusat, Rabu (13/7).

Rekaman CCTV berikutnya memperlihatkan Mirna dan Hani baru memasuki Kafe Olivier pada pukul 17.16 WIB. Ketika itu, keduanya sempat melihat-lihat kue yang dipajang di dalam etalase kafe beberapa saat lamanya.

Dua menit berselang, pukul 17.18 WIB, Hani dan Mirna akhirnya bertemu Jessica di dekat meja nomor 54, yang sudah lebih dulu ditempati Jessica. Keduanya lalu begantian memeluk Jessica sebagai ungkapan salam pertemuan. Setelah itu, Mirna duduk di kursi tengah, Hani di kursi sebelah kiri, sedangkan Jessica duduk di kursi kanan.

Begitu ketiganya sudah duduk di kursinya masing-masing, Mirna langsung menyeruput es kopi vietnam di ada depannya, yang sebelumnya memang sudah dipesan Jessica untuk Mirna. "Setelah minum, Mirna bilang ke saya, 'Han, ini kopi rasanya enggak enak, parah banget," kata Hani mengisahkan.
 Pada adegan berikutnya, Jessica terlihat memanggil pelayan kafe, sementara Mirna mengibas-ngibas mulutnya. Tak lama sesudah itu, Mirna langsung menyandarkan kepalanya ke kursi, dan tidak sadarkan diri. Satu menit selanjutnya, korban langsung kolaps.

Beberapa orang yang ada di kafe kemudian mendatangi meja yang ditempati oleh ketiga wanita muda itu, mencari tahu apa yang sedang terjadi dengan mereka. Seorang pelayan lalu tampak datang membawa segelas air putih untuk Mirna.

Rekaman CCTV menunjukkan, ketika orang-orang di kafe tengah sibuk dengan Mirna, Jessica tampak menggaruk tangannya beberapa kali. Saat melihat adegan dalam CCTV tersebut, Ayah Mirna, Darmawan Salihin, sempat menyeletuk, 'Coba perhatikan itu tangannya (Jessica), menggaruk-garuk terus,'. Pria yang sebelumnya sudah pernah menyaksikan rekaman CCTV itu sangat yakin garukan tangan Jessica tersebut sebagai reaksi kulitnya yang terkena sianida.

Hani menuturkan, pada pukul 17.28 WIB, ia dan Jessica sempat membawa Mirna ke klinik yang terdapat di Mal Grand Indonesia. "Selanjutnya, kami berjalan menuju parkiran di lantai bawah mal untuk mengangkut korban ke RS Abdi Waluyo Jakarta Pusat menggunakan mobil milik suami Mirna (Arief Soemarko)," katanya.

Jessica Kumala Wongso kini menjadi terdakwa tunggal dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier pada 6 Januari 2016. Mirna tewas setelah menenggak es kopi vietnam mengandung sianida di kafe tersebut. Saat ini, proses persidangan kasus itu sudah masuk pada tahap mendengarkan keterangan dari saksi kunci.
(na/rol)


Top